zulhidayadMI08
kesenangan dan iptek
Rabu, 25 Juni 2014
Jumat, 21 Maret 2014
Rahasia Kulit Bunglon Berubah Warna
Meskipun bunglon dapat berganti-ganti warna, tapi tidak semua warna dapat dimiliki oleh bunglon. Ini tergantung pada jenis kromatofor yang ada di kulitnya. Di bawah lapisan kulitnya terdapat dua lapisan sel yang mengandung pigmen berwarna merah dan kuning. Di bawahnya lagi terdapat lapisan sel yang mengandung pigmen warna biru dan putih. Di bawahnya lagi ada lapisan sel yang mengandung pigmen warna cokelat seperti yang ada pada manusia.
Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi perubahan warna kulit ini. Bunglon tak hanya melakukan perubahan warna untuk menghindari musuh, tetapi juga untuk menarik bunglon betina pada masa kawin. Biasanya warna yang ditampilkan adalah warna-warna yang menarik seperti ungu, biru, dan kemerahan. Suhu juga dapat mempengaruhi perubahan warna bunglon. Pada suhu dingin, bunglon akan mengubah warnanya menjadi gelap untuk memaksimalkan penyerapan panas pada tubuhnya. Ketika bunglon berjemur di bawah sinar matahari, ia akan berwarna hijau karena warna yang terang akan lebih banyak memantulkan cahaya matahari. Perubahan warna bunglon juga dipengaruhi oleh moodnya. Perubahan mood seperti marah, terkejut, stress, takut, dan birahi diekspresikan melalui perubahan warna kulitnya.
Selain dapat mengubah warna kulit, bunglon atau chameleon juga punya alat pertahanan diri yang lain, yaitu kantong udara di paru-parunya. Dengan adanya kantong ini, bunglon mampu untuk bertahan di dalam air dalam waktu yang lama atau untuk menggelembungkan tubuhnya dengan tujuan menakut-nakuti musuhnya.
Hati-Hati dengan Air Liur Komodo
post by zulhidayadmi08.blogspot.com Sebagai orang Indonesia, kita patut bangga karena ada salah satu hewan yang tergolong langka hidup di negara kita. Ya, hewan tersebut adalah komodo. Hewan yang hanya hidup di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur itu menjadi pusat perhatian banyak orang karena memang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Hewan yang juga tergolong hewan purba itu memang unik, dan karenanya Pulau Komodo sempat diajukan menjadi keajaiban dunia yang baru Dibalik keunikan dari komodo, ternyata ada satu hal yang bisa dibilang cukup berbahaya dari hewan itu, yaitu air liurnya. Mungkin kamu juga pernah mendengar bahwa air liur komodo itu berbahaya dan beracun. Air liur tersebut dapat menyebabkan hewan yang terperangkap dalam mulut seekor komodo menjadi lumpuh karena keracunan. Ya, hal ini memang sangat menguntungkan komodo dalam memburu dan memangsa hewan-hewan lain, seperti rusa dan kambing.Dari mana datangnya racun di dalam air liur komodo itu? Asal tahu saja, dalam mulut seekor komodo bersarang sekitar 50 bakteri! Wow, pantas saja air liurnya berbahaya. Apalagi, hampir semua bakteri itu bersifat patogenik. Bakteri patogenik ini sendiri adalah bakteri yang cenderung bersifat menginfeksi makhluk hidup sehingga menimbulkan efek sakit tertentu. Bakteri ini terus berkembang biak dan dapat menyebar dari satu komodo ke komodo lainnya. Penelitian terbaru menduga bahwa sumber utama hadirnya bakteri ini adalah kesehatan gigi komodo yang sangat buruk, sehingga menyebabkan bakteri leluasa berkembang biak di mulutnya.
Jadi, bagi yang tertarik mengunjungi komodo di Pulau Komodo sebaiknya berhati-hati ya. Biasanya sudah ada pawang yang menjaga supaya komodo tidak menyerang para pengunjung. Meski demikian, kita tetap perlu waspada agar jangan sampai tergigit oleh komodo. Dan jika tergigit, sebaiknya segera minta pertolongan agar bakterinya tidak menyebar ke seluruh tubuh.
Rahasia Mata Kucing Bisa Menyala
Saat kamu bertemu kucing di malam hari dan kamu arahkan cahaya ke mukanya, maka matanya akan tampak menyala sehingga terlihat seram. Sebenarnya, tidak selamanya mata kucing menyala setiap terkena cahaya, namun cahaya yang datang pada sudut-sudut tertentu saja yang menyebabkan mata kucing tampak demikian. Penasaran kenapa?
Mata kucing memiliki sistem mekanisme khusus untuk memelihara cahaya yang datang disebut dengan Tapetum Lucidum. Tapetum Lucidum memantulkan cahaya dan tidak menyerap cahaya saat masuk ke dalam retina setiap mata. Fungsinya sendiri adalah sebagai pembantu retina untuk meningkatkan penglihatan kucing.
Tapetum Lucidum berada di belakang retina berupa membran-membran sebanyak 15 lapisan khusus. Membran-membran tersebut mengandung sel-sel berkilauan dan memiliki pengaruh seperti cermin. Warna pantulan cahaya yang muncul biasanya kehijauan atau emas, namun pada beberapa kucing menghasilkan warna berbeda seperti kucing siam yang menghasilkan warna ruby atau merah.
Seru kali ya kalau mata manusia juga bisa nyala-nyala seperti mata kucing.
Uniknya Cara Berkembang Biak Penguin
Posted by: zulhidayadmi08.blogspot.com
Penguin merupakan salah satu hewan dari famili aves atau burung. Seperti layaknya burung-burung yang lain, penguin bereproduksi dengan bertelur. Namun ada yang unik dari proses perkembangbiakan penguin ini. Setelah masa kawin, biasanya penguin betina hanya bertelur satu butir. Setelah seekor penguin betina bertelur, kemudian penguin jantanlah yang akan mengerami telurnya. Penguin umumnya bertelur pada musim dingin sehingga pada masa itu cukup sulit untuk mencari makanan. Maka, pergilah penguin betina mencari makanan selama penguin jantan mengerami telur.
Proses pengeraman telur ini memerlukan waktu 2 bulan. Selama proses mengerami telur ini penguin jantan tidak makan sama sekali karena mereka tidak dapat meninggalkan telur dan saat musim dingin makanan memang tidak tersedia. Telur yang tidak terjaga dengan baik atau mengalami peningkatan suhu, dapat membeku dan calon penguin dapat mati dalam beberapa menit. Setelah dua bulan berpuasa, penguin jantan akan kehilangan sepertiga berat tubuhnya. Hebat, ya, mereka nggak mati meskipun dua bulan nggak makan!
Selama masa pengeraman itu, penguin jantan akan membentuk koloni dengan sesama penguin jantan lain. Masing-masing penguin jantan membawa sebutir telur di antara kedua kakinya. Dengan membentuk koloni, mereka dapat menjaga temperatur telur bersama sehingga telur lebih aman. Para penguin ini juga menjaga agar penguin-penguin yang terletak di bagian luar koloni tidak kedinginan, mereka akan secara bergiliran berpindah tempat supaya panasnya merata. Setelah dua bulan dierami dan akan segera menetas, telur ini kemudian akan diambil alih oleh penguin betina yang telah kembali dari mencari makanan. Penguin betina akan menyimpan makanannnya pada temboloknya sehingga badannya menjadi lebih besar dari ukuran awalnya.
Bagaimana caranya penguin betina dapat menemukan pasangannya dan telurnya di antara para koloni penguin jantan? Penguin adalah hewan yang setia pada pasangannya. Mereka dapat mengenali pasangannya dari nyanyiannya atau suaranya. Wah, persis seperti di film Happy Feet ya! Begitulah caranya mereka saling bertemu kembali setelah berbulan-bulan berpisah. Begitu juga dengan anak penguin, mereka dapat mengenali orangtuanya dari suara mereka. Setiap penguin memiliki suara yang khas yang membedakannya dari penguin yang lain.
Biasanya telur penguin menetas ketika awal musim semi. Es-es sudah mulai mencair sehingga terbentuk lubang-lubang air, dari situlah para penguin dapat berburu ikan. Alasan mengapa penguin bertelur pada musim dingin karena jika mereka bertelur pada musim panas, penguin kecil akan lahir pada musim dingin dan pada saat itu makanan sulit diperoleh sehingga sulit mencari makan bagi si penguin kecil.
Gajah Mampu Identifikasi Manusia dari Suara
Gajah Mampu Identifikasi Manusia dari Suara
Mamalia bertubuh tambun yang terkenal cerdas
ini ternyata bisa mengidentifikasi manusia berdasarkan suaranya. Gajah
mampu membedakan etnis dan jenis kelamin seseorang hanya dengan
mendengar suaranya.
Penelitian yang dilakukan Karen McComb dan Dr Graeme Shannon dari Universitas Sussex, Inggris, ini menemukan bahwa gajah Afrika yang berada di Taman Nasional Amboseli di Rift Valley, Kenya, mampu membedakan dua kelompk etnis manusia yang tinggal di sekitar mereka, yakni Masaai dan Kamba.
Seperti dilaporkan BBC, Selasa, 11 Maret 2014, para gajah menunjukkan rasa takut ketika mendengar suara laki-laki dewasa yang berasal dari suku Masaai. Etnis ini selalu menggiring ternak peliharaan makan rumput dan minum dari sumber air yang selama ini didatangi gajah.
Walhasil, sering terjadi konflik pria Masaai dengan gajah. Namun hal tersebut tak berlaku bagi etnis Kamba yang lebih banyak bertani. Mereka jarang melakukan kontak dengan gajah sehingga si hewan berbelalai ini tidak merasa terancam.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi Senin, 10 Maret 2014. McComb menuturkan perilaku gajah tak terlalu defensif saat merespons suara anak lelaki dan perempuan Maasai dibandingkan saat mendengar suara laki-laki dewasa Maasai.
Hal ini menunjukkan bahwa gajah secara khusus mampu memperhitungkan jenis kelamin dan usia seseorang dari suaranya guna menentukan situasi yang paling mengancam. “Tidak diragukan lagi, manusia adalah predator yang berbahaya bagi gajah saat ini,”
Penelitian yang dilakukan Karen McComb dan Dr Graeme Shannon dari Universitas Sussex, Inggris, ini menemukan bahwa gajah Afrika yang berada di Taman Nasional Amboseli di Rift Valley, Kenya, mampu membedakan dua kelompk etnis manusia yang tinggal di sekitar mereka, yakni Masaai dan Kamba.
Seperti dilaporkan BBC, Selasa, 11 Maret 2014, para gajah menunjukkan rasa takut ketika mendengar suara laki-laki dewasa yang berasal dari suku Masaai. Etnis ini selalu menggiring ternak peliharaan makan rumput dan minum dari sumber air yang selama ini didatangi gajah.
Walhasil, sering terjadi konflik pria Masaai dengan gajah. Namun hal tersebut tak berlaku bagi etnis Kamba yang lebih banyak bertani. Mereka jarang melakukan kontak dengan gajah sehingga si hewan berbelalai ini tidak merasa terancam.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi Senin, 10 Maret 2014. McComb menuturkan perilaku gajah tak terlalu defensif saat merespons suara anak lelaki dan perempuan Maasai dibandingkan saat mendengar suara laki-laki dewasa Maasai.
Hal ini menunjukkan bahwa gajah secara khusus mampu memperhitungkan jenis kelamin dan usia seseorang dari suaranya guna menentukan situasi yang paling mengancam. “Tidak diragukan lagi, manusia adalah predator yang berbahaya bagi gajah saat ini,”
Langganan:
Komentar (Atom)