Otak manusia berdasarkan waktu
Otak manusia menyimpan memori tentang apa yang terjadi dan di mana dia
mengalaminya. Namun memori otak ternyata menyimpan ingatan berdasarkan
waktu kejadian. Penelitian dari Pusat Studi Saraf di Universitas
California menunjukkan bagian otak yang dinamakan hippocampus menyimpan
memori dengan mendata konteks waktu, yaitu saat sebelum dan sesudah
kejadian.
"Kita tak hanya perlu mengingat tentang apa yang
terjadi tapi juga kapan itu terjadi," kata Liang-Tien Hsieh, seperti
dikutip Sciencedaily, 13 Maret 2014. Hsieh adalah mahasiswa dan peneliti
yang terlibat dalam penelitian hippocampus dan laporannya dimuat dalam jurnal Neuron awal Maret lalu.
Hippocampus diyakini berperan penting dalam pembentukan ingatan. Namun belum jelas apakah hippocampus menyimpan memori yang merepresentasikan obyek tertentu atau menyusunnya dalam satu konteks.
Hsieh
dan Charan Ranganath, profesor dari Departemen Psikologi dan Pusat
Studi Saraf, meneliti aktivitas hippocampus yang berhubungan dengan
memori tertentu. Dalam penelitiannya, mereka menunjukkan deretan gambar
benda dan hewan kepada para sukarelawan untuk menguji daya ingat mereka.
Saat
deretan gambar ditunjukkan dengan urutan yang sama, para sukarelawan
bisa mengantisipasi gambar berikutnya dan memberikan respons cepat.
Dalam pemindaian hippocampus ketika sukarelawan menjawab
pertanyaan, Hsieh dan Ranganath mengidentifikasi pola aktivitas tertentu
untuk setiap gambar yang diajukan.
Namun saat deretan gambar
ditunjukkan dengan urutan yang acak, pola aktivitas otak ternyata
berbeda. Mereka menyimpulkan pengkodean memori dalam hippocampus tergantung pada konteks dan bukan isi obyek.
"Saat
gambar diacak, pola di otak menghilang. Untuk hippocampus, konteks itu
ternyata sangat penting," kata Ranganath. "Bagian otak lain menyimpan
ingatan tentang benda yang terlepas dari konteksnya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar